Latar Belakang
Hubungan
antara filsafat dan ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat
menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani, “philosophia” meliputi
hampir seluruh pemikiran teoritis. Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan
dikemudian hari, ternyata juga kita lihat adanya kecenderungan yang lain. Dengan
demikian, perkembangan ilmu pengetahuan semakin lama semakin maju dengan
munculnya ilmu-ilmu baru yang pada akhirnya memunculkan pula sub-sub ilmu
pengetahuan baru bahkan kearah ilmu pengetahuan yang lebih khusus lagi seperti
spesialisasi-spesialisasi.
Untuk
mengatasi gap antara ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, dibutuhkan suatu
bidang ilmu yang dapat menjembatani serta mewadahi perbedaan yang muncul. Oleh
karena itu, maka bidang filsafatlah yang mampu mengatasi hal tersebut. Filsafat
ilmu sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya, Ilmu (Pengetahuan).
Bidang garapan filsafat ilmu terutama diarahkan pada komponen-komponen yang
menjadi tiang penyangga bagi eksistensi ilmu yaitu: ontologi, epistemologi dan
aksiologi. Ilmu tidak dapat tumbuh dengan baik tanpa kritik dari filsafat. Ilmu
kealaman persoalannya dianggap bersifat ilmiah karena terlibat dengan persoalan-persoalan
filsafati sehingga memisahkan satu dari yang lain tidak mungkin. Sebaliknya,
banyak persoalan filsafati sekarang sangat memerlukan landasan pengetahuan
ilmiah supaya argumentasinya tidak salah.
1. Pengertian Filsafat
Filsafat diambil dari kata philosohia atau
philoshopos dari bahasa Yunani yang diartikan sebagai cinta dan
kebijaksanaan. Jadi, pengertian filsafat atu filosofi adalah cinta pada
pengetahuan (ilmu pengetahuan) dan kebijksanaan. Dalam bahasa Arab, pengertian
filsafat dirujuk dari muhibb al-hikmah dan dari bahasa belanda ialah
wijsbegeerte.
Filsafat menurut John Brubacher bahwa
filsafat yang berasal dari kata Yunani filos dan sofia yang berarti cinta
kebijaksanaan atau belajar. Lebih dari itu dapat diartikan cinta belajar pada
umumnya, dalam proses pertumbuhan ilmu pengetahuan (sains) hanya terdapat dalam
apa yang kita kenal dengan filsafat. Untuk alasan ini sering kita katakan bahwa
filsafat adalah induk atau ratu ilmu pengetahuan. Roger Garaudy (1986)
menambahkan bahwa pengertian filsafat yang berbeda beda itu wajar, akan tetapi
filsafat tidak memberi sarana sarana, akan tetapi mengajukan pertanyaan tentang
tujuan dan tentang makna makna.
Menurut Poedjawijatna, filsafat adalah
ilmu yang mencari sebab yang sedalam dalamnya bagi segala sesuatu yang ada dan
mungkin ada, hal ini dilanjukan oleh Jujun Suriasuamantri, bahwa pengertian
filsafat dapat juga berupa sebaagai suatu cara berpikir yang radikal dan
menyeluruh, suatu cara berpikir yang mengupas sesuatu sedalam dalamnya. Hal ini
sesuai dengan kata Socrates bahwa tugas filsafat yang utama adalah
mempersoalkan jawaban, bukan menjawab pertanyaan kita.
Setelah membahas dan membaca pengertian
dan definisi filsafat atau filosofi, maka dapat ditarik bahwa garis besar
filsafat memiliki hubungan dengan upaya menemukan kebenaran tentang hakikat
sesuatu yang ada melalui penggunaan kemampuan akal secara optimal. Kebenaran
yang dihasilkan oleh pemikiran filsafat adalah jawaban jawaban dalam bentuk
gagasan atau ide. Adapun tujuan dari filsafat adalah untuk memperoleh kebenaran
yang bersifat dasar dan menyeluruh dalam sistem yang konseptual. Filsafat
berguna dalam kearifan hidup. Filsafat menghasilkan pula kebenaran yang
bersifat abstrak, spekulatif akan tetapi tidak mampu mengetahui bagaimana cara
mengadakannya.
2. Pengertian
Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan, sains, ilmu adalah semua usaha yang dialkukan
secara sadar untuk menemukan, menyelidiki dan meningkatkan tentang pemahaman
terhadap manusia dalam segala sudut kenyataan terhadap alam manusia. Sudut pandangan ini
diberikan batas agar supaya rumusan-rumusan menjadi pasti. Pengertian ilmu
memberikan kepastian tentang pengetahuan dengan membatasi ruang lingkup
pandangannya, dan juga sebuah kepastian ilmu di dapatkan dari keterbatasanya.
Ilmu bukan hanya sebuah pengetahuan (knowledge), namun
mencangkup sekumpulan pengetahuan yang di dasari oleh teori-teori yang sudah
disepakati dan bisa secara sistematik diuji dengan berbagai cara yang diikuti
dalam bentuk ilmu tertentu. Dilihat dari segi filsafat, ilmu ada karena manusia
memiliki usaha berfikir sangat jauh tentang pengetahuan yang dipunyainya. Ilmu
pengetahuan adalah hasil dari epistemologi. Berikut pengertian ilmu pengetahuan
menurut beberapa ahli:
·
GOLDSTEIN
Ilmu adalah cara melihat
(memandang) dunia, mengubah dan memahaminya. Dalam segi kreativitas
ilmu pengetahuan, keilmuan di jelaskan sebagai sistem berpikir yang
melibatkan serangkaian aktivitas imajinatif ilmuwan dan kreatif dalam
usaha mencari kebenaran.
·
MULYADI KARTANEGARA
Ilmu pengetahuan secara bahasa adalah
science berarti ” fakta atau keadaan” sering diambil dan mengetahui dalam
makna pengetahuan (knowledge) yang kontras kepada kepercayaan
dan intuisi.
3. Hubungan antara Filsafat dan
Ilmu Pengetahuan
Berikut ini adalah penjelasan hubungan
dari pengetahuan, ilmu, dan filsafat.
a. Pengetahuan, Ilmu, dan Filsafat memilikis suatu keterkaitan satu sama
lain
Ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang
mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakan ilmu dengan
pengetahuan-pengetahuan lainnya. Ilmu merupakan pengetahuan yang didapat
melalui proses tertentu yang dinamakan metode keilmuan yaitu gabungan antara
berpikir secara rasional dan empiris. Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua
pengetahuan merupakan ilmu. Tidak semua pengetahuan dikategorikan ilmu. Sebab,
definisi pengetahuan itu sendiri sebagai berikut: Segala sesuatu yang datang
sebagai hasil dari aktivitas panca indera untuk mengetahui, yaitu terungkapnya
suatu kenyataan ke dalam jiwa sehingga tidak ada keraguan terhadapnya,
sedangkan ilmu menghendaki lebih jauh, luas, dan dalam dari pengetahuan.
b. Hubungan antara Filsafat dengan
Ilmu Ditinjau dari segi Historis
Hubungan antara filsafat dan ilmu
pengetahuan mengalami perkembangan yang sangat menyolok. Pada permulaan sejarah
filsafat di Yunani, “philosophia” meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis.
Tetapi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di kemudian hari, ternyata juga kita
lihat adanya kecenderungan yang lain. Filsafat Yunani Kuno yang tadinya
merupakan suatu kesatuan kemudian menjadi terpecah-pecah.
Nuchelmans (1982), mengemukakan bahwa
dengan munculnya ilmu pengetahuan alam pada abad ke 17, maka mulailah terjadi
perpisahan antara filsafat dan ilmu pengetahuan. Dengan demikian dapatlah
dikemukakan bahwa sebelum abad ke 17 tersebut ilmu pengetahuan adalah identik
dengan filsafat. Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (1985),
yang mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat, sehingga
definisi tentang ilmu bergantung pada sistem filsafat yang dianut.
Dalam perkembangan lebih lanjut menurut
Koento Wibisono (1999), filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu
konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh
mekar-bercabang secara subur. Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang
filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya
sendiri-sendiri.
c. Filsafat merupakan disiplin ilmu yang mampu menunjukkan batas-batas dan
ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat
Francis Bacon (dalam The Liang Gie,
1999) menyebut filsafat sebagai ibu agung dari ilmu-ilmu (the great mother of
the sciences).
Sumber
:
http://florenzagita.blogspot.co.id/2013/06/makalah-hubungan-pengetahuan-filsafat.html
