Minggu, 18 Juni 2017

Contoh Penerapan Standar Teknik di Perusahaan

Judul Penulisan       : Persiapan Implementasi ISO 14001 pada CV. ABC
Disusun Oleh           : Rich Tanaya dan Togar W.S. Panjaitan
Inti Permasalahan : CV. ABC belum memiliki sebuah sistem manajemen lingkungan yang berstandar nasional yaitu ISO 14001 serta undang-undang terkait.

Tujuan Penelitian  : Mempersiapkan implementasi ISO 14001 pada CV. ABC sehingga perusahaan dapat bersaing di tingkat global.

CV. ABC merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang gizi untuk nabati serta hewani. Perusahaan tersebut pernah mengalami kasus lingkungan pada tahun 2009. Kasus tersebut berdampak pada kegiatan ekspor, sehingga perusahaan tidak bisa melakukan ekspor barang. Pada tahun 2014 perusahaan mulai mempertimbangkan untuk menerapkan standar lingkungan yaitu ISO 14001.
ISO 14001 adalah salah satu seri dari ISO 14000 yang merupakan standar manajemen lingkungan yang sifatnya sukarela yang mencakup alat dan sistem yang dikembangkan dan dipelihara oleh Organisasi Standar Internasional. Pelaksanaan program sertifikasi ISO 14001 merupakan tindakan proaktif dari produsen yang dapat mengangkat citra perusahaan dan memperoleh kepercayaan dari konsumen. Klausa yang ada pada ISO 14001 menjadi pedoman yang digunakan untuk dijadikan persyaratan dalam persiapan pembuatan ISO 14001. Berikut adalah klausal yang ada pada ISO 14001.
-        Klausal 1 Scope (Standar ruang lingkup yang harus memenuhi berbagai verifikasi dan opsi)
-        Klausal 2 Normative Reference (Norma yang berelasi dengan dokumen untuk standarisasi)
-  Klausal 3 Terms and Definition (Syarat yang digunakan untuk tahap standarisasi seperti dokumen, lingkungan sekitar, dan dampak lingkungan)
-        Klausal 4 EMS Requirement 

Syarat  klausal 4.3 menjadi titik utama dalam penelitian. tiga subklausa tersebut berhubungan dengan aspek penting yang disesuaikan dengan sasaran tujuan CV. ABC serta peraturan perundang-undangan. Berikut adalah flowchart identifikasi aspek lingkungan.
Kelengkapan persyaratan ISO 14001 klausa 4.3 dapat dilihat pada tabel 6 yang merupakan penyesuaian persyaratan ISO 14001 dengan dokumen mengenai ISO 14001 yang belum dibuat sebelum pelaksanaan tugas akhir.
Hasil kajian pengembangan perencanaan lingkungan menunjukkan bahwa usulan telah diberikan kepada perusahaan untuk persiapan ISO 14001. Hasil menunjukkan 91% dari syarat ISO 14001 klausa 4.3 telah terselesaikan. Kajian pengembangan yang dilakukan yaitu pembuatan surat ijin penjualan hasil olahan limbah pada dinas kelautan, memberikan pengawet organik pada bahan baku awal dan pembuatan berbagai dokumentasi yang baru bagi perusahaan.
Implementasi sistem manajemen lingkungan pada perusahaan masih membutuhkan adanya training yang menyeluruh ke semua personil untuk menciptakan kesadaran akan lingkungan, melakukan komunikasi ke seluruh tingkat dan bagian di dalam perusahaan, berkomitmen dalam menjalankan sistem manajemen lingkungan, konsisten dalam pendokumentasian serta melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan.

Daftar Pustaka :
Tanaya, et al. Persiapan Implementasi ISO 14001 pada CV. ABC. Jurnal Tirta, Vol.3, No. 2. Juli 2015. pp 143-150

Sumber:




















Sabtu, 08 April 2017

Impian dan Harapan Saya setelah menjadi Sarjana Teknik Industri

Impian dan harapan saya jika sudah menjadi sarjana teknik industri adalah membangun toko kue. Sejak duduk di bangku SMA saya sudah tertarik dengan dunia kuliner khususnya pastry, dengan bekal ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah dan beberapa resep kue yang saya kuasai saya yakin toko kue yang akan saya bangun nanti dapat berkembang dan mampu bersaing dengan toko kue lainnya. Harapan terbesar saya adalah toko kue tersebut dapat berkembang menjadi perusahaan makanan terkemuka di Indonesia.

Saat kuliah banyak hal yang saya pelajari tentang dunia industri khususnya perusahaan. Pelajaran yang paling berkesan adalah pada saat Praktikum Perancangan Teknik Industri. Saya diajarkan bagaimana tahapan yang baik dan benar dalam membangun perusahaan, mulai dari merancang produk sesuai keinginan konsumen, menentukan lokasi perusahaan, sumber daya manusia dan sumber daya alam yang akan digunakan, menentukan tata letak kantor, melakukan perencanaan produksi dan ongkos produksi, sampai menentukan harga jual barang yang dihasilkan. Hal tersebut merupakan bekal saya dalam membangun usaha yang saya inginkan. Selain ilmu yang saya punya, saya juga harus memiliki pengalaman, relasi dan juga memperdalam ilmu tentang dunia kuliner agar produk yang saya hasilkan berkualitas tinggi.


Sebelum mendirikan toko kue saya harus memiliki modal yang cukup. Oleh karena itu, setelah saya lulus dan menjadi sarjana teknik industri, saya bercita-cita untuk bekerja di perusahaan manufaktur khususnya divisi PPIC atau divisi produksi. Harapan saya yaitu dapat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang makanan agar ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama bekerja dapat saya terapkan di usaha saya nantinya. Selain berusaha saya juga harus berdoa, saya percaya apabila kita tekun mengerjakan sesuatu, Tuhan pasti akan menolong dan selalu beserta kita. Demikianlah impian dan harapan saya setelah menjadi sarjana teknik industri.