Minggu, 18 Juni 2017

Contoh Penerapan Standar Teknik di Perusahaan

Judul Penulisan       : Persiapan Implementasi ISO 14001 pada CV. ABC
Disusun Oleh           : Rich Tanaya dan Togar W.S. Panjaitan
Inti Permasalahan : CV. ABC belum memiliki sebuah sistem manajemen lingkungan yang berstandar nasional yaitu ISO 14001 serta undang-undang terkait.

Tujuan Penelitian  : Mempersiapkan implementasi ISO 14001 pada CV. ABC sehingga perusahaan dapat bersaing di tingkat global.

CV. ABC merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang gizi untuk nabati serta hewani. Perusahaan tersebut pernah mengalami kasus lingkungan pada tahun 2009. Kasus tersebut berdampak pada kegiatan ekspor, sehingga perusahaan tidak bisa melakukan ekspor barang. Pada tahun 2014 perusahaan mulai mempertimbangkan untuk menerapkan standar lingkungan yaitu ISO 14001.
ISO 14001 adalah salah satu seri dari ISO 14000 yang merupakan standar manajemen lingkungan yang sifatnya sukarela yang mencakup alat dan sistem yang dikembangkan dan dipelihara oleh Organisasi Standar Internasional. Pelaksanaan program sertifikasi ISO 14001 merupakan tindakan proaktif dari produsen yang dapat mengangkat citra perusahaan dan memperoleh kepercayaan dari konsumen. Klausa yang ada pada ISO 14001 menjadi pedoman yang digunakan untuk dijadikan persyaratan dalam persiapan pembuatan ISO 14001. Berikut adalah klausal yang ada pada ISO 14001.
-        Klausal 1 Scope (Standar ruang lingkup yang harus memenuhi berbagai verifikasi dan opsi)
-        Klausal 2 Normative Reference (Norma yang berelasi dengan dokumen untuk standarisasi)
-  Klausal 3 Terms and Definition (Syarat yang digunakan untuk tahap standarisasi seperti dokumen, lingkungan sekitar, dan dampak lingkungan)
-        Klausal 4 EMS Requirement 

Syarat  klausal 4.3 menjadi titik utama dalam penelitian. tiga subklausa tersebut berhubungan dengan aspek penting yang disesuaikan dengan sasaran tujuan CV. ABC serta peraturan perundang-undangan. Berikut adalah flowchart identifikasi aspek lingkungan.
Kelengkapan persyaratan ISO 14001 klausa 4.3 dapat dilihat pada tabel 6 yang merupakan penyesuaian persyaratan ISO 14001 dengan dokumen mengenai ISO 14001 yang belum dibuat sebelum pelaksanaan tugas akhir.
Hasil kajian pengembangan perencanaan lingkungan menunjukkan bahwa usulan telah diberikan kepada perusahaan untuk persiapan ISO 14001. Hasil menunjukkan 91% dari syarat ISO 14001 klausa 4.3 telah terselesaikan. Kajian pengembangan yang dilakukan yaitu pembuatan surat ijin penjualan hasil olahan limbah pada dinas kelautan, memberikan pengawet organik pada bahan baku awal dan pembuatan berbagai dokumentasi yang baru bagi perusahaan.
Implementasi sistem manajemen lingkungan pada perusahaan masih membutuhkan adanya training yang menyeluruh ke semua personil untuk menciptakan kesadaran akan lingkungan, melakukan komunikasi ke seluruh tingkat dan bagian di dalam perusahaan, berkomitmen dalam menjalankan sistem manajemen lingkungan, konsisten dalam pendokumentasian serta melakukan penyempurnaan yang berkelanjutan.

Daftar Pustaka :
Tanaya, et al. Persiapan Implementasi ISO 14001 pada CV. ABC. Jurnal Tirta, Vol.3, No. 2. Juli 2015. pp 143-150

Sumber:




















Sabtu, 08 April 2017

Impian dan Harapan Saya setelah menjadi Sarjana Teknik Industri

Impian dan harapan saya jika sudah menjadi sarjana teknik industri adalah membangun toko kue. Sejak duduk di bangku SMA saya sudah tertarik dengan dunia kuliner khususnya pastry, dengan bekal ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah dan beberapa resep kue yang saya kuasai saya yakin toko kue yang akan saya bangun nanti dapat berkembang dan mampu bersaing dengan toko kue lainnya. Harapan terbesar saya adalah toko kue tersebut dapat berkembang menjadi perusahaan makanan terkemuka di Indonesia.

Saat kuliah banyak hal yang saya pelajari tentang dunia industri khususnya perusahaan. Pelajaran yang paling berkesan adalah pada saat Praktikum Perancangan Teknik Industri. Saya diajarkan bagaimana tahapan yang baik dan benar dalam membangun perusahaan, mulai dari merancang produk sesuai keinginan konsumen, menentukan lokasi perusahaan, sumber daya manusia dan sumber daya alam yang akan digunakan, menentukan tata letak kantor, melakukan perencanaan produksi dan ongkos produksi, sampai menentukan harga jual barang yang dihasilkan. Hal tersebut merupakan bekal saya dalam membangun usaha yang saya inginkan. Selain ilmu yang saya punya, saya juga harus memiliki pengalaman, relasi dan juga memperdalam ilmu tentang dunia kuliner agar produk yang saya hasilkan berkualitas tinggi.


Sebelum mendirikan toko kue saya harus memiliki modal yang cukup. Oleh karena itu, setelah saya lulus dan menjadi sarjana teknik industri, saya bercita-cita untuk bekerja di perusahaan manufaktur khususnya divisi PPIC atau divisi produksi. Harapan saya yaitu dapat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang makanan agar ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama bekerja dapat saya terapkan di usaha saya nantinya. Selain berusaha saya juga harus berdoa, saya percaya apabila kita tekun mengerjakan sesuatu, Tuhan pasti akan menolong dan selalu beserta kita. Demikianlah impian dan harapan saya setelah menjadi sarjana teknik industri.

Selasa, 08 November 2016

Wirausahawan Sukses

Men's Republic

Men’s Republic adalah merk fashion khusus pria yang berdiri tahun 2014, didirikan oleh seorang anak muda kelahiran 1995 yaitu Yasa Paramita Singgih.
Yasa Paramita Singgih lebih dikenal dengan sebutan Yasa Singgih merupakan Seorang pengusaha muda sukses yang saat ini memiliki penghasilan ratusan Juta perbulan. Yasa Paramita Singgih lahir di Bekasi 23 April 1995. Dia adalah anak ke tiga dari tiga bersaudara, Prajna, Viriya dan Yasa sendiri. Ayanya bernama Marga Singgih dan ibunya bernama Wanty Sumarta. Pendidikan dasarnya ia sepesaikan di SD Ananda dan SD Surya Dharma, lalu melanjutkan di sekolah menengah dan akhir di SMA Regina Pacis Jakarta.

Saat Yasa duduk di bangku 3 SMP, ayahnya menderita sakit jantung. Penghasilan sang ayah saat itu digunakan untuk membiayai sekolah anak-anaknya daripada membiayai pengobatan sakit sang ayah. Melihat keadaan tersebut hatinya terketuk untuk mencari penghasilan sendiri untuk membantu orang tua. Ia pun mulai menjadi pembawa acara guna mencari uang jajan sendiri. Usaha pertamanya adalah melamar sebagai Master of Ceremony, bekerja sebagai pembawa acara di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam seminggu ia menerima uang Rp.350.000 setiap kali tampil sehari.

Selepas masuk SMA Regina Pacis, Jakarta, barulah dimulai usahanya sendiri untuk mencari uang. Selepas kontrak sebagai pembawa acara selesai, ia mulai berbisnis lampu hias warna- warni selama enam bulan. Sebuah buku berjudul "the Power of Kepepet" karya Jaya Setiabudi, membuatnya terbakar berbisnis mandiri. Kala itu Yasa langsung menghubungi temanya yang memiliki usahan konveksi (milik ayahnya).

Ia mulai mencoba membuat desain gambar untuk kaos, setelah jadi cuma beberapa yang kejual, akhirnya ia mencoba pergi ke Tanah Abang, membeli selusin pakaian kaos hingga menghabiskan 4 juta. Bisnis inipun ia tinggalkan dengan tanpa untung.
Selanjutnya ia mulai menata strategi bisnisnya yang ia rancang dengan matang.

Mulai serius berbisnis

Dia membuka bisnis minuman yang diberi nama "Ini Teh Kopi" di tahun 2012, sebuah usaha kedai menjual minuman kopi duren di kawasan Kebun Jeruk. Usahanya tersebut bisa dibilang sukses besar ditambah dengan namanya yang dikenal. Tak lama kemudian, sekitar enam bulan kemudian ia sudah membuka cabang baru tepatnya di Mall Ambassador Jakarta Selatan.

Namun ternyata bisnis baru yang ia kelola tersebut mengalami kebangkrutan yang membuatnya malah menderita kerugian.Pada tahun 2013 ia memutuskan untuk menutup kafenya, dan bahkan bisnis kaosnya pun juga turut dihentikan. Menurutnya, jika dihitung kerugian yang ia derita mencapai 100 juta dari kegagalan yang ia alami.

Men’s Republic

Setelah UN usai, ia kembali lagi terjun ke dunia bisnis, kali ini dengan sebuah konsep yang jelas dengan dilengkapi bisnis plan yang tersusun rapi.

Dia kembali mengibarkan bendera Men’s Republic yang menjual perlengkapan mode khusus pria. Pada awalnya, Yasa Singgih hanya menjual sepatu kasual untuk pria. Namun semakin besar usahanya membuat brand yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam. Saat ini Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket dan juga sandal untuk pria.

Kini, produk Men's Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per- bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet ratusan juta rupiah. Dari usaha tersebut ia mampu mendapatkan laba bersih 40% . Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana. Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan konsep bisnis sambil berjalan.

Yasa juga sering dipanggil mengisi seminar atau memberikan training. Melalui Twitter, ia rajin menyemangati para pengusaha muda agar selalu semangat. Prinsipnya satu yaitu "Never too Young to Become Billionaire" atau tidak ada kata terlalu muda untuk menjadi seorang miliarder.

"Men's Republic" adalah bisnis ketiganya yang berfokus pada penjualan secara online. Dia menjual produk yang dikhususkan untuk pria. Dia menjual baik produk miliknya sendiri atau produk milik orang lain. Ia juga berencana membangun "Bilionary Versity, yaitu sekolah bisnis non- formal untuk para pengusaha muda.

Yasa telah mendapatkan berbagai macam penghargaan dan telah diliput oleh berbagai macam majalah, radio & stasiun TV. Ia juga telah diundang oleh banyak komunitas dan universitas untuk memberikan sharing seputar bisnis, inspirasi dan pengembangan diri.

Sampai dengan sekarang ia masih sering kali gagal, gagal dan gagal dalam setiap hal yang ia lakukan, karena Yasa percaya bahwa gagal = belajar. Bahkan ia telah menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk mengikuti seminar, training dan workshop pengambangan diri dan bisnis. When you stop learning, you stop growing.
Berawal dari kegalauan Yasa pada tahun 2014 melihat sedikitnya sepatu pria yang berkualitas namun harganya terjangkau maka Men’s Republic bertekad memberikan pilihan produk fashion pria yang “Simple, Excellent & Gentlemen” dengan harga yang sangat terjangkau.
Saat ini Men’s Republic berdiri di bawah bendera PT Paramita Singgih dan telah bertransformasi menjadi salah satu merk fashion pria lokal terbaik di Indonesia.
Atas prestasi tersebut, Men’s Republic telah diliput oleh puluhan media cetak maupun elektronik skala nasional dan juga mendapat beberapa penghargaan skala nasional hingga internasional yaitu :

– Forbes 30 Under 30 Asia 2016 by Forbes
– Youth Marketeers Award 2016 by Mark Plus
– Juara 1 Wirausaha Muda Mandiri Kategori Mahasiswa Bidang Kreatif 2015 by Bank Mandiri

Visi Men’s Republic ke depan adalah menjadi pilihan utama fesyen bagi setiap pria muda di Indonesia. 
Visi PT Paramita Singgih adalah menjadi perusahaan pemilik consumer goods berbasis online terbesar & terbanyak di Indonesia.

Sumber : https://biografi-tokoh-ternama.blogspot.co.id/2015/09/biografi-yasa-paramita-singgih-usahawan.html
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:http://mensrepublic.info/tentang-kami

Rabu, 19 Oktober 2016

SISTEM PRODUKSI TEPAT WAKTU (JUST IN TIME-JIT)

Pengertian Just In Time  (JIT)

Sistem produksi tepat waktu (Just In Time) adalah sistem produksi atau sistem manajemen fabrikasi modern yang dikembangkan oleh perusahaan Jepang yang pada prinsipnya hanya memproduksi jenis -jenis barang yang diminta sejumlah yang diperlukan dan pada saat dibutuhkan oleh konsumen.
Konsep just justin time adalah suatu konsep di mana bahan baku yang digunakan untuk aktifitas produksi didatangkan dari pemasok atau suplier tepat pada waktu bahan itu dibutuhkan oleh proses produksi, sehingga akan sangat menghemat bahkan meniadakan biaya persediaan barang/penyimpanan  barang /stocking cost.

Keuntungan JIT 
Tujuan  meningkatkan keuntungan dengan mereduksi biaya dan meningkatkan kualitas.
Manfaat dari penggunaan JIT adalah pengurangan dalam  persediaan WIP (Work in Process).
JIT meningkatkan partisipasi dari tenaga kerja dalam penyelesaian masalah dengan mendorong mereka untuk mereduksi waktu set up dan menyelesaikan masalah – masalah kualitas.

7 Jenis Penyebab Pemborosan 
- Over produksi 
- Waktu menunggu
- Transportasi
- Pemprosesan
- Tingkat persediaan barang
- Gerak 
- Cacat produksi 

Empat konsep pokok yang harus dipenuhi dalam melaksanakan Just In Time 
1.Produksi Just In Time(JIT) adalah memproduksi apa yang dibutuhkan hanya pada saat dibutuhkan dandalam jumlah yangdiperlukan.
2.Autonomasi merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya.
3.Tenagakerja fleksibel, maksudnya adalah mengubah -ubah jumlah pekerja sesuai dengan fluktuasi permintaan .
4.Berpikir kreatif dan menampung saran -saran karyawan.

 Elemen-Elemen Just In Time
- Pengurangan waktu set up
- Aliran produksi lancar (layout)
- Produksi tanpa kerusakan mesin
- Produksi tanpa cacat
- Peranan operator
- Hubungan yang harmonis dengan pemasok
- Penjadwalan produksi stabil dan terkendali
- Sistem Kanban 

Senin, 17 Oktober 2016

ENTREPRENEURSHIP

Pengertian Kewirausahaan


Kewirausahaan adalah padanan kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris, unternehmer dalam bahasa Jerman, ondernemen dalam bahasa Belanda. Sedangkan di Indonesia diberi nama kewirausahaan.
Kata entrepreneurship sendiri sebenarnya berawal dari bahasa Prancis yaitu „entreprende yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Istilah ini diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon (1755). 
Istilah ini makin populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B Say (1803) untuk menggambarkan para pengusaha yang mampu memindahkan sumber daya ekonomis dari tingkat produktivitas rendah ke tingkat yang lebih tinggi serta menghasilkan lebih banyak lagi.
Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan, bahwasanya ; “Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Wirausahawan
Kata wirausaha dalam bahasa Indonesia merupakan gabungan dari kata “wira” yang artinya gagah berani, perkasa dan kata “usaha”, sehingga secara harfiah wirausahawan diartikan sebagai orang yang gagah berani atau perkasa dalam berusaha (Riyanti, 2003). 
Wirausaha atau wiraswasta menurut Priyono dan Soerata (2005) berasal dari kata “wira” yang berarti utama, gagah, luhur berani atau pejuang; “swa” berarti sendiri; dan kata ”sta” berarti berdiri. Dari asal katanya “swasta” berarti berdiri di atas kaki sendiri atau berdiri di atas kemampuan sendiri. Kemudian mereka menyimpulkan bahwa wirausahawan atau wiraswastawan berarti orang yang berjuang dengan gagah, berani, juga luhur dan pantas diteladani dalam bidang usaha, atau dengan kata lain wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewirausahaan atau kewiraswastaan seperti: keberanian mengambil resiko, keutamaan dan keteladanan dalam menangani usaha dengan berpijak pada kemauan dan kemampuan sendiri.

Tiga jenis perilaku wirausahawan :
1. Memulai inisiatif
2. Mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis
3. Diterimanya resiko dan kegagalan

Tiga tipe utama dari wirausaha yaitu :
1. Wirausaha Ahli (Craftman)
Wirausaha ahli atau seorang penemu memiliki suatu ide yang ingin mengembangkan proses produksi sistem produksi, dan sebagainya. Wirausaha ahli ini biasanya seseorang yang bekerja pada sebuah perusahaan besar kemudian memutuskan untuk keluar sebagai pegawai dan memulai bisnisnya sendiri.
2. The Promoter
The promoter adalah seorang individu yang tadinya mempunyai latar belakang pekerjaan sebagai sales atau bidang marketing yang kemudian mengembangkan perusahaan sendiri.
3. General Manager
General manajer adalah seorang individu yang ideal yang secara sukses bekerja pada sebuah perusahaan, dia banyak menguasai keahlian bidang produksi, pemasaran, permodalan dan pengawasan.
Berdasarkan uraian di atas istilah entrepreneur mempunyai arti yang berbeda pada setiap orang karena mereka melihat konsep ini dari berbagai sudut pandang. Namun demikian ada beberapa aspek umum yang terkandung dalam pengertian entrepreneur yaitu adanya unsur risiko, kreativitas, efisiensi, kebebasan dan imbalan.

Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang

Kunci penting seorang wirausahawan adalah INOVASI

Penentuan Potensi Kewirausahaan
Hal-hal yang dapat memberikan potensi bagi kewirausahaan yaitu karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n Ach tinggi, sebagai berikut :
- Kemampuan inovatif
- Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
- Keinginan untuk berprestasi
- Kemampuan perencanaan realistis
- Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan
- Obyektivitas
- Tanggung jawab pribadi
- Kemampuan beradaptasi
- Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administrator

Kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi
menurut McClelland ada tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi,yaitu :
- Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach
Mereka yang memiliki n. Ach rendah mungkin akan memilih tugas yang mudah, untuk meminimalisasi risiko kegagalan, atau tugas dengan kesulitan tinggi, sehingga bila gagal tidak akan memalukan. Mereka yang memiliki n. Ach tinggi cenderung memilih tugas dengan tingkat kesulitan moderat, mereka akan merasa tertantang tetapi masih dapat dicapai. Mereka yang memiliki n.Ach tinggi memiliki karakteristik dengan kecenderungan untuk mencari tantangan dan tingkat kemandirian tinggi. Orang-orang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement/n-Ach) yang tinggi mencoba melampaui dan dengan demikian cenderung menghindari situasi yang berisiko rendah dan tinggi. Orang-orang yang berprestasi tinggi (achievers) menghindari situasi dengan risiko rendah karena dengan mudah mencapai kesuksesan yang bukan pencapaian yang sungguh-sungguh.
- Kebutuhan berafiliasi (n Afill
Mereka yang memiliki kebutuhan affiliasi (need for affiliation/n-Aff) tinggi membutuhkan hubungan kemanusiaan dengan orang lain dan membutuhkan rasa diterima dari orang lain. Mereka cenderung memperkuat norma-norma dalam kelompok kerja mereka. Orang dengan n.Aff tinggi cenderung bekerja pada tempat yang memungkinkan interaksi personal. Mereka bekerja dengan baik pada layanan customer dan situasi interaksi dengan pelanggan.
- Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)

n-pow adalah motivasi terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.

Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
Ø   Kebutuhan akan sumber penemuan
Ø   Hobi atau kesenangan pribadi
Ø   Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Ø   Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan jasa yang ada
Ø   Mengapa tidak terdapat ?
Ø   Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Ø   Pemanfaat produk dari perusahaan lain 

Titik Pulang Pokok Atau Break Event POint (BEP)
Titik pulang pokok adalah teknik untuk menentukan seberapa banyak satuan yang harus di jual atau seberapa banyak volume penjualan yang harus di capai agar tercapai posisi pulang pokok ( tidak rugi tidak untung).

Analisa  titik pulang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan yang berkaitan dengan berbagai tingkat produksi.

Unsur-unsur  Titik  Pulang  Pokok Atau Break Event POint (BEP)
1.  Biaya tetap
Adalah pengeluaran yang di adakan oleh generasi tanpa melihat jumlah produk yang di hasilkan. contoh nya : pajak tanah, pemeliharaan bangunan, dll.
2.  Biaya Variabel
Adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan jumlah produk yang di hasilkan.
contoh nya : biaya pembungkusan produk biaya bahan baku yang di butuhkan untuk membuat produk. Dll.
3.  Biaya total
Adalah biaya  total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
4.  Pendapatan Total.
Adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi dari penjualan produk.
5.  Keuntungan
keuntungan di definisikan sebagai jumlah pendapatan total yang melebihi biaya total dari  produksi barang yang di jual.
6.  Kerugian
kerugian adalah jumlah biaya total b iaya barang yang melebihi pendapatan total yang di peroleh dari penjualan barang tersebut.

Bentuk-Bentuk Kepemilikan Perusahaan
a. Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
          Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
          Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
           Ada perjanjian tertulis
           Dimiliki 2 orang atau lebih
           Umur perusahaan terbatas
           Pemilikan bersama atas harta
           Ikut serta dalam manajemen dan pembagian laba
c. Perusahaan Perseroaan
           Perusahaan dengan badan hukum
           Kewajiban pemilik saham terbatas pada jumlah saham yang dimiliki
           Pemilikan dapat berpindah tangan
           Eksitensi relatif lebih stabil/permanen
Go Publik
Go publik terjadi ketika perusahaan menawarkan dan menjual sebagian sahamnya kepada masyarakat melalui pendaftaran Bapepam
Keuntungan :
          diperoleh modal baru
          masyarakat lebih mengenal perusahaan
Kerugian :
          ada kecenderungan terbukanya rahasia perusahaan
          mahalnya biaya


SUMBER DAYA MANUSIA BAGI ORGANISASI KEWIRAUSAHAAN

Individu-individu dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan
Langkah-langkah penyediaan sumber daya manusia :
  1. Perekrutan karyawan
  2. Seleksi calon karyawan
  3. Pelatihan karyawan
  4. Penilaian hasil kerja
Sumber Dari Sumber Daya Manusia
Sumber dari dalam organisasi :
         Karier
         Promosi jabatan
         Rotasi jabatan
Sumber dari luar organisasi :
         Para pesaing
         Badan/agen penempatan kerja
         Lembaga pendidikan
         Mass media informasi

Seleksi
Adalah pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah direkrut.
Tahap-Tahap Proses Seleksi
         Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
         Wawancara Pendahuluan
         Tes Kecerdasan (intelegence)
         Tes Bakat (Aptitude)
         Tes Kepribadian (Personality)
         Rujukan Prestasi (Performance References)
         Wawancara Dianostik
         Pemeriksaan Kesehatan
         Penilaian Pribadi