Pengertian
Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah padanan
kata dari entrepreneurship dalam bahasa Inggris, unternehmer dalam bahasa
Jerman, ondernemen dalam bahasa Belanda. Sedangkan di Indonesia diberi nama
kewirausahaan.
Kata entrepreneurship sendiri sebenarnya berawal dari bahasa
Prancis yaitu „entreprende‟ yang berarti petualang, pencipta, dan pengelola usaha. Istilah
ini diperkenalkan pertama kali oleh Richard Cantillon (1755).
Istilah ini makin
populer setelah digunakan oleh pakar ekonomi J.B Say (1803) untuk menggambarkan
para pengusaha yang mampu memindahkan sumber daya ekonomis dari tingkat
produktivitas rendah ke tingkat yang lebih tinggi serta menghasilkan lebih
banyak lagi.
Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 tahun 1995 tanggal 30 Juni 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan, bahwasanya ; “Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produksi baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Wirausahawan
Kata wirausaha dalam bahasa
Indonesia merupakan gabungan dari kata “wira” yang artinya gagah berani,
perkasa dan kata “usaha”, sehingga secara harfiah wirausahawan diartikan
sebagai orang yang gagah berani atau perkasa dalam berusaha (Riyanti, 2003).
Wirausaha atau wiraswasta menurut Priyono dan Soerata (2005) berasal dari kata
“wira” yang berarti utama, gagah, luhur berani atau pejuang; “swa” berarti
sendiri; dan kata ”sta” berarti berdiri. Dari asal katanya “swasta” berarti
berdiri di atas kaki sendiri atau berdiri di atas kemampuan sendiri. Kemudian
mereka menyimpulkan bahwa wirausahawan atau wiraswastawan berarti orang yang
berjuang dengan gagah, berani, juga luhur dan pantas diteladani dalam bidang
usaha, atau dengan kata lain wirausahawan adalah orang-orang yang mempunyai
sifat-sifat kewirausahaan atau kewiraswastaan seperti: keberanian mengambil
resiko, keutamaan dan keteladanan dalam menangani usaha dengan berpijak pada
kemauan dan kemampuan sendiri.
Tiga
jenis perilaku wirausahawan :
1. Memulai inisiatif
2. Mengorganisasi dan
mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan
situasi dengan cara praktis
3. Diterimanya resiko dan kegagalan
Tiga tipe utama dari
wirausaha yaitu :
1. Wirausaha Ahli (Craftman)
Wirausaha ahli atau seorang
penemu memiliki suatu ide yang ingin mengembangkan proses produksi sistem
produksi, dan sebagainya. Wirausaha ahli ini biasanya seseorang yang bekerja
pada sebuah perusahaan besar kemudian memutuskan untuk keluar sebagai pegawai
dan memulai bisnisnya sendiri.
2. The Promoter
The promoter adalah seorang
individu yang tadinya mempunyai latar belakang pekerjaan sebagai sales atau
bidang marketing yang kemudian mengembangkan perusahaan sendiri.
3. General Manager
General manajer adalah
seorang individu yang ideal yang secara sukses bekerja pada sebuah perusahaan,
dia banyak menguasai keahlian bidang produksi, pemasaran, permodalan dan
pengawasan.
Berdasarkan uraian di atas
istilah entrepreneur mempunyai arti yang berbeda pada setiap orang karena
mereka melihat konsep ini dari berbagai sudut pandang. Namun demikian ada
beberapa aspek umum yang terkandung dalam
pengertian entrepreneur yaitu adanya unsur risiko, kreativitas, efisiensi,
kebebasan dan imbalan.
Karakteristik Wirausahawan Menurut McClelland :
1. Keinginan untuk berprestasi
2. Keinginan untuk bertanggung jawab
3. Preferensi kepada resiko-resiko menengah
4. Persepsi kepada kemungkinan berhasil
5. Rangsangan oleh umpan balik
6. Aktivitas energik
7. Orientasi ke masa depan
8. Keterampilan dalam pengorganisasian
9. Sikap terhadap uang
Kunci penting seorang wirausahawan adalah INOVASI
Penentuan
Potensi Kewirausahaan
Hal-hal yang dapat memberikan potensi bagi kewirausahaan yaitu karakteristik wirausahawan yang sukses dengan n
Ach tinggi, sebagai berikut :
- Kemampuan
inovatif
- Toleransi
terhadap kemenduaan (ambiguity)
- Keinginan
untuk berprestasi
- Kemampuan
perencanaan realistis
- Kepemimpinan
terorientasi kepada tujuan
- Obyektivitas
- Tanggung
jawab pribadi
- Kemampuan
beradaptasi
- Kemampuan
sebagai pengorganisasi dan administrator
Kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi
menurut McClelland ada tiga kebutuhan dasar yang mempengaruhi pencapaian tujuan ekonomi,yaitu :
- Kebutuhan untuk berprestasi (n Ach)
Mereka yang memiliki n. Ach
rendah mungkin akan memilih tugas yang mudah, untuk meminimalisasi risiko
kegagalan, atau tugas dengan kesulitan tinggi, sehingga bila gagal tidak akan
memalukan. Mereka yang memiliki n. Ach tinggi cenderung memilih tugas dengan
tingkat kesulitan moderat, mereka akan merasa tertantang tetapi masih dapat
dicapai. Mereka yang memiliki n.Ach tinggi memiliki karakteristik dengan
kecenderungan untuk mencari tantangan dan tingkat kemandirian tinggi.
Orang-orang yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi (need for
achievement/n-Ach) yang tinggi mencoba melampaui dan dengan demikian cenderung
menghindari situasi yang berisiko rendah dan tinggi. Orang-orang yang
berprestasi tinggi (achievers) menghindari situasi dengan risiko rendah karena
dengan mudah mencapai kesuksesan yang bukan pencapaian yang sungguh-sungguh.
- Kebutuhan berafiliasi (n
Afill)
Mereka yang memiliki kebutuhan affiliasi (need
for affiliation/n-Aff) tinggi membutuhkan hubungan kemanusiaan dengan orang
lain dan membutuhkan rasa diterima dari orang lain. Mereka cenderung memperkuat
norma-norma dalam kelompok kerja mereka. Orang dengan n.Aff tinggi cenderung bekerja
pada tempat yang memungkinkan interaksi personal. Mereka bekerja dengan baik
pada layanan customer dan situasi interaksi dengan pelanggan.
- Kebutuhan untuk berkuasa (n Pow)
n-pow adalah motivasi
terhadap kekuasaan. Karyawan memiliki motivasi untuk berpengaruh terhadap
lingkungannya, memiliki karakter kuat untuk memimpin dan memiliki ide-ide untuk
menang. Ada juga motivasi untuk peningkatan status dan prestise pribadi.
Sumber Gagasan Bagi Produk dan Jasa Baru :
Ø Kebutuhan akan sumber penemuan
Ø Hobi atau kesenangan pribadi
Ø Mengamati kecenderungan-kecenderungan
Ø Mengamati kekurangan-kekurangan produk dan
jasa yang ada
Ø Mengapa tidak terdapat ?
Ø Kegunaan lain dari barang-barang biasa
Ø Pemanfaat produk dari perusahaan lain
Titik Pulang Pokok Atau Break Event
POint (BEP)
Titik pulang pokok adalah teknik untuk
menentukan seberapa banyak satuan yang harus di jual atau seberapa banyak
volume penjualan yang harus di capai agar tercapai posisi pulang pokok ( tidak
rugi tidak untung).
Analisa
titik pulang pokok adalah proses menghasilkan informasi yang
mengikhtisarkan berbagai tingkat keuntungan yang berkaitan dengan berbagai
tingkat produksi.
Unsur-unsur
Titik Pulang Pokok Atau Break Event POint (BEP)
1. Biaya tetap
Adalah pengeluaran yang di adakan oleh generasi
tanpa melihat jumlah produk yang di hasilkan. contoh nya : pajak tanah,
pemeliharaan bangunan, dll.
2. Biaya Variabel
Adalah pengeluaran yang berfluktuasi dengan
jumlah produk yang di hasilkan.
contoh nya : biaya pembungkusan produk biaya
bahan baku yang di butuhkan untuk membuat produk. Dll.
3. Biaya total
Adalah biaya
total dan biaya variabel yang berkaitan dengan produksi.
4. Pendapatan Total.
Adalah semua nilai rupiah penjualan yang terakumulasi
dari penjualan produk.
5. Keuntungan
keuntungan di definisikan sebagai jumlah
pendapatan total yang melebihi biaya total dari
produksi barang yang di jual.
6. Kerugian
kerugian adalah jumlah biaya total b iaya
barang yang melebihi pendapatan total yang di peroleh dari penjualan barang
tersebut.
Bentuk-Bentuk
Kepemilikan Perusahaan
a.
Pemilikan tunggal / perseorangan : (firma)
Dimiliki dan dijalankan oleh 1 orang
Pemilik tidak perlu membagi laba
b. Kongsi
Ada perjanjian tertulis
Dimiliki 2 orang atau lebih
Umur perusahaan terbatas
Pemilikan bersama atas harta
Ikut serta dalam manajemen
dan pembagian laba
c.
Perusahaan Perseroaan
Perusahaan dengan badan hukum
Kewajiban pemilik saham terbatas
pada jumlah saham yang dimiliki
Pemilikan dapat berpindah
tangan
Eksitensi relatif lebih
stabil/permanen
Go Publik
Go publik
terjadi ketika perusahaan menawarkan dan menjual sebagian sahamnya kepada
masyarakat melalui pendaftaran Bapepam
Keuntungan
:
diperoleh modal baru
masyarakat lebih mengenal perusahaan
Kerugian :
ada kecenderungan terbukanya rahasia
perusahaan
mahalnya biaya
SUMBER DAYA
MANUSIA BAGI ORGANISASI KEWIRAUSAHAAN
Individu-individu
dalam organisasi kerwirausahaan yang dapat memberikan kontribusi atau sumbangan
yang berharga berupa peroduktivitas dari posisi yang mereka pegang untuk
mencapai tujuan sistem organisasi kewirausahaan
Langkah-langkah
penyediaan sumber daya manusia :
- Perekrutan karyawan
- Seleksi calon karyawan
- Pelatihan karyawan
- Penilaian hasil kerja
Sumber Dari
Sumber Daya Manusia
Sumber dari
dalam organisasi :
•
Karier
•
Promosi jabatan
•
Rotasi jabatan
Sumber dari luar organisasi
:
•
Para pesaing
•
Badan/agen penempatan kerja
•
Lembaga pendidikan
•
Mass media informasi
Seleksi
Adalah
pemilihan individu untuk disewa dari semua individu-individu yang telah
direkrut.
Tahap-Tahap
Proses Seleksi
•
Penyaringan Pendahuluan dari rekaman, berkas data, dll
•
Wawancara Pendahuluan
•
Tes Kecerdasan (intelegence)
•
Tes Bakat (Aptitude)
•
Tes Kepribadian (Personality)
•
Rujukan Prestasi (Performance References)
•
Wawancara Dianostik
•
Pemeriksaan Kesehatan
•
Penilaian Pribadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar